“IBSN : Cerdaskah Anda???”

Oktober 11, 2008 at 12:59 pm | In Definisi, IBSN, Komunitas, Tulisanku | 22 Comments
Tags: , , ,

Setiap manusia itu unik, dan secara individual berpotensi menawarkan kontribusi berharga terhadap kebudayaan manusia. Secara utuh manusia dilahirkan memiliki segala-galanya, dan terancang mampu menghadapi berbagai macam problema yang muncul dihadapannya. Kecerdasan menjadi sebuah konsep dasar sumber daya manusia dan merupakan kata kunci penyelesaian, termasuk kesanggupan menggapai cita-cita.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah menguak rumpun-rumpun kecerdasan manusia yang lebih luas, serta melahirkan definisi tentang konsep kecerdasan yang benar-benar pragmatis. Kecerdasan tidak lagi diukur menurut skala waktu tertentu dan melalui test standar semata, karena kecerdasan dapat berkembang diluar individu dan meningkat secara signifikan melalui interaksi dengan orang lain. Berdasarkan konfigurasinya, manusia memiliki spektrum kecerdasan penuh, dan setiap individu mampu mewujudkan cirri-ciri kognitif yang sanggup memunculkan keunggulan-keunggulan sesuai dengan bakat dan karakternya.

Tujuh jenis kecerdasan manusia menunggu untuk diungkap, dan setiap individu mampu memaksimalkan potensinya dengan cara-cara yang sangat personal :

Kecerdasan verbal linguistic, Kecerdasan logika matematik, Kecerdasan interpersonal, Kecerdasan intrapersonal, Kecerdasan spasial, Kecerdasan kinestetik, Kecerdasan musik.

Kecerdasan adalah proses berkelanjutan yang bermuara pada tercapainya tujuan yang ditargetkan, kemampuan menyelesaikan masalah yang terjadi dalam kehidupan manusia, kemampuan menghasilkan persoalan baru untuk diselesaikan, kemampuan untuk menciptakan dan menawarkan jasa dalam budaya seseorang, kemampuan memberikan penghargaan dalam sejarah perkembangan peradaban.

Sejatinya, kecerdasan merupakan alat untuk belajar, menyelesaikan masalah, dan menciptakan semua hal yang dapat dimanfaatkan manusia.

Dengan belajar, marilah kita ukur kemampuan untuk mempersiapkan diri demi mengarungi kehidupan secara cerdas, karena tugas kita tidak menambah umur di dalam kehidupan, melainkan menambah kehidupan di dalam perjalanan usia, karena keberhasilan dalam hidup adalah persinggungan antara kesiapan dan kesempatan. Kesiapan dapat kita ciptakan, kesempatan pun demikian, dan marilah kita mulai saat ini juga.

Untuk pak Agus Sukasno, terimakasih…

& Komentar »

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

  1. Agung Mojosari Here
    still learning..because open source matters

    Belajar dari Kesalahan dan Catatan Kesalahan

    itu moto yang aku coba terapkan mas…selalu belajar…semoga kelak aku menjadi cerdas dan berguna bagi sesama.. ;)


    semoga kita semua diberi kecerdasan yang berguna untuk sesama ;)

  2. wah aku ikutan bercommand yg sama seperti yg dikatakan oleh saudara agung boleh kan,bang. salam hangat selalu


    salam hangat, mari kita sama-sama belajar :)

  3. Kalo aq, dlm beberapa hal, biasa belajar dari kesalahan dan dari kebenaran.. Dari contoh2 yg salah, jg contoh2 yg benar.. Hasilnya, meski gak pandai, paling tdk, bukan orang yg bodoh.. Kalo cerdas sih, gak tau deh.. Perasaan sih biasa ajah.. Standar deh..


    wah biasa sajaa? mas arif sungguh low profile :mrgreen: cerdas atau tidak bukan hasil akhir, tapi selalu belajar dan terus belajar agar lebih baik dan bermanfaat, begitu kan mas arif? ;)

  4. yah orang yang cerdas adalah orang yang belajar dari kesalahan yang pernah dia perbuat
    tpi orang tidak bisa di bilang cerdas kalo belum bisa berbuat lebih baik dari apa yang telah dia hasil kan
    dan kecerdasan tidak bisa di lihat dari pisik
    kadang orang yang pisik nya terlihat bloon
    tapi otak nya sangat lah cerdas


    yap, kecerdasan dalam berfikir tidak dipengaruhi dari segi fisik ;)

  5. untungnya aq cerdas.. karna gak perlu belajar lama, aq udah bisa makan sendiri, bisa bernafas sendiri, dan bisa-bisa sendiri.. he he :mrgreen:


    bisa-bisa sendiri? bisa apa tuh :lol:

  6. “kecerdasan dapat berkembang melalui interaksi dengan orang lain “. Setuju mas, seperti ngeblog ini contohnya. interaksi ngeblog yang positif saya rasakan sekali manfaatnya.


    maanfaat positif yang membangun diri dan sekitar dengan belajar, dari segi apa saja.
    Sependapat mas, itu juga yang saya rasakan

  7. Woke bgt…posting baru.
    Mau ikut nimbrung comment bang Isnu.
    “Sejatinya, kecerdasan merupakan alat untuk belajar, menyelesaikan masalah, dan menciptakan semua hal yang dapat dimanfaatkan manusia.”
    Klo gak ada alat (kecerdasan) berarti kita gak dapat belajar dan menyelesaikan masalah donk?!
    orang yang tidak cerdas jadi tidak bisa belajar, benar begitu?!
    Bukannya kita belajar dari yang tidak tau sehingga menjadi tau.
    Menurut saya, belajar merupakan alat untuk menuju kecerdasan sehingga dapat menyelesaikan masalah.
    Atau saya salah menafsirkan kalimat di atas ya?!


    wah wah kok jadi mutar balik kata sih :lol:
    alat adalah sarana (rill), namun kecerdasan bukan sarana dalam bentuk rill, dan pada kalimat “Sejatinya, kecerdasan merupakan alat untuk belajar, menyelesaikan…” merupakan kecerdasan dalam bersikap serta mengambil keputusan terhadap situasi dimana kita sebagai manusia patut untuk memanfaatkan potensi itu (cerdas).
    Setiap tantangan hidup merupakan tahapan pembelajaran diri menuju pendewasaan pemikiran, dan disitu dibutuhkan kecerdasan ;) , sedikit berbeda dengan kecerdasan intelektual dalam “belajar” secara terprogram dan matematis ;)

    Trus…
    “Dengan belajar, marilah kita ukur kemampuan untuk mempersiapkan diri….”
    Alat ukur nya?


    menghadapi sebuah tantangan hidup juga merupakan sebuah pembelajaran, namun yang dibutuhkan bukan hasil akhir melainkan proses belajar itu sendiri, dalam bahasa ekstrim disebut studi kasus atau trial and error.
    Jika mampu melewati proses tersebut, itulah yang dendy sebut dengan “alat ukur”…

    *Bingung Mode On*


    hayahh kok malah bingung? sama neh saya juga bingung :mrgreen:

  8. wah saya ada tuh prosentase multiple intelligence :D ntar insyaAllah saya uplod ke blog :D


    wah pak heri sampai ikutan nih, wokie deh pak :mrgreen:

  9. kecerdasan saat ini memang sedikit banyak dipengaruhi oleh lingkungan, karena itu interaksi dengan orang lain sepertinya menjadi suatu tahap pembelajaran…


    cerdas dalam belajar dan belajar untuk cerdas…

  10. sayat tetap Learning by Doing
    berpijak pada : terus Belajar tetap Bekerja dan setia untuk Berjuang (BERas-baJU-uANG) :D


    belajar untuk hidup
    bekerja untuk kehidupan
    berjuang untuk menghidupi ;)

  11. otak manusia dibagi 2 kuadran. kemungkinan bisa dikembangkan menjadi 1 atau 2 sub kuadran lagi. menurut penelitian (bisa dicari di um gugel) kita, rata2 hanya mempergunakan 1/3 kemampuan otak sesungguhnya.. ^_^


    dan 2/3 lagi menunggu untuk di eksplorasi ^_~

  12. cerdas gak ane yah???
    wakakakakak


    sepertinya… :mrgreen:

  13. Aku dulu punya kecerdasan logika matematik, tapi sekarang kok dodol yah… payahhh dehhh…


    dodol enak lho mbak, apalagi dodol durian :lol:

  14. Hmmm…gak tau mo comment apa. :D
    yang pasti kecerdasan jangan membuat untuk mencerdasi orang lain okey…
    tapi hendaklah kecerdasan itu dipakai untuk membantu orang lain menjadi cerdas.


    cerdas untuk diri, dan mebawa manfaat untuk mencerdaskan (bukan mencerdasi) orang lain ^^

  15. ayo belajar :)


    mari sama-sama belajar :)

  16. tapi kadang kebodohan membuat hidup lebih rame kaya raditya dika, kebodohannya membuat orang lain senang dan si raditnya sendiri untung


    bodoh bukan berarti tidak cerdas, raditya “bertindak cerdas” saat mendaftar sekolah walaupun berada pada tingkatan umur yang tidak sesuai ^_~

  17. saya ga pinter
    saya jauh dari kata cerdas
    saya super males dan bodoh dalam memenej diri
    tapi..
    saya selalu beruntung :D
    beruntung berada ditengah2 orang yg pinter, jd kepacu buat belajar
    beruntung deket dengan orang2 cerdas jadi banyak hal yang bs saya serap dari mereka
    beruntung urat malunya nyaris putus, jd ga punya malu dan lebih sering malu2in
    ehehehehehehehe :D


    terpacu untuk belajar dan mau menyerap kemampuan dari orang-orang yang cerdas merupakan tindakan yang cerdas

  18. Everyday…everytime…I feel always to learn….but how to make it change to good our habits..


    well, we can start at simple thing…

  19. emang manusia diberi kelebihan yang lebih dari mahluk yang lainnya, tinggal bagaimana cara mengoptimalkan kemempuan dan kecerdasan yang dimiliki demi kemaslahatan alam semesta!


    dengan membawa manfaat tentunya ^^

  20. ada sarana tapi tak ada yang mengajari…..
    gimana dong??????


    dimulai dengan keinginan, kemudian dilanjutkan dengan usaha untuk mencari orang yang mau mengajar maupun keberanian untuk belajar secara mandiri ;)

  21. Yang perlu diwaspadai adalah kecerdasan psikopat.
    Di Indonesia sudah banyak orang mempunyai kecerdasan ini. Contohnya kasus mutilasi yang penuh teka-teki. Kalau ini siy serahin aja ke bang napi. Waspadalah…waspadalah !!!!


    jajaran kepolisian perlu xtra kerja keras ya mas ;)

  22. “karena tugas kita tidak menambah umur di dalam kehidupan, melainkan menambah kehidupan di dalam perjalanan usia”

    suka banget dengan kutipan di atas. tq :)


    sama-sama mbak terimakasih sudah mampir ;)


Tinggalkan komentar

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.