“IBSN : Harta Karun Terbesar Manusia”

September 18, 2008 at 3:31 pm | In Hobi, IBSN, Komunitas | 15 Comments
Tags: , , , , ,

Setelah membaca artikel Odie disini, saya teringat pada sebuah tesis yang pernah saya baca, ditulis oleh seorang sarjana matematika lulusan Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Boston Amerika, tentang sebuah persamaan yang disebut-sebut sebagai “harta karun terbesar manusia” karena sangat mempengaruhi peradaban, persamaan tersebut sangat simpel :

eЛi = -1

Seorang ilmuwan Swiss bernama Leonhard Euler, menemukan hubungan antara ketiga lambang tersebut yang lahir dari sejarah manusia yang tidak saling berhubungan, dan merumuskannya menjadi sebuah persamaan.

Variabel “e” adalah konstanta yang lahir dari konsep logaritma alog x = y, temuan John Napier, seorang ilmuwan matematika Inggris yang pertamakali mempublikasikan cara berpikir logaritma. Untuk mendapatkan konsep itu, ia tidak menggunakan bilangan dasar dalam rumusnya. Kemudian Euler berhasil memecahkan angka konstan dari variabel “a” sebesar 2.7182… yang kemudian variabel “a” tadi diganti dengan lambang “e” mengikuti dari hurup awal namanya yaitu Euler, angka itu disebut bilangan dasar logaritma.

Variabel “Л” atau phi, berasal dari bahasa Yunani yaitu perimetrou yang artinya keliling. Lambang Л sendiri, telah dipergunakan oleh bangsa Yunani sejak zaman sebelum masehi, namun pertama kali dikemukakan sebagai variabel dalam persamaan matematika oleh Napier berupa keliling lingkaran dibagi garis tengah, yang akhirnya di-samaratakan oleh Euler, sama seperti konstanta sin, cos, alpha, betha, dan gamma, dengan memberikan besaran pada masing-masing konstanta tersebut.

Variabel “i” adalah bilangan imajiner, sesuai dengan inisialnya diambil dari awal hurup pada kata imaginer. Seperti yang kita ketahui, berapapun besaran nilai dalam sebuah bilangan, jika dikalikan dengan bilangan itu sendiri akan menghasilkan jumlah yang lebih besar dari satu. Dalam nilai i, mewakili sejumlah bilangan yang kalau bilangan tersebut dikalikan dengan nilai bilangan itu sendiri akan menghasilkan jumlah yang lebih kecil dari nol, atau i x i = -1, sehingga sering juga ditulis dengan akar -1.

Di-zaman sekarang, masing-masing dari variabel e dan Л baik secara terpisah maupun dalam satu kesatuan, sering kita jumpai dalam persamaan-persamaan untuk menuliskan dan menyelesaikan sistem hitungan bertingkat, astrologi, mekanisme perdagangan, dan merupakan angka yang berfungsi sangat penting dalam masyarakat dewasa ini. Sedangkan variabel i atau bilangan imajiner, lebih sering muncul pada fungsi persamaan gelombang yang memuat persentase partikel dasar, seperti elektron dan photon, dan sering digunakan dalam bidang bioteknologi (teknologi genetika) serta mekanika kuantum.

Bahkan seorang Albert Einstein, dengan mengintegrasikan persamaan Euler kedalam pemikiran-pemikiranya berhasil mengemukakan teori-teori yang mencengangkan abad ini seperti teori relativitas dan keberadaan dimensi ke-empat (waktu).

& Komentar »

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

  1. wuih kerennnn…. *sok ngerti… padahal… =0 :mrgreen:

  2. ngerti dikit…
    banyak gak ngertinya tapi..heheheh

  3. kalo saya ngerti banyak tapi pura2 nggak ngerti !!!

  4. Kalo sassie sumpe deh ora ngerti beneeeeerrr.. :faint:

  5. glegek — tulisannya kekecilan – dan saya belum ngeh :mrgreen:

  6. postingan tingkat tinggi nih
    salut sobat :)

  7. @wahyu
    aha sama nih dengan saya, (bengong)
    @Odie
    masih mending die ngerti dikit, saya malah gak ngerti semua ejeje
    @goncecs
    wah kebalik neh, saya malah gak ngerti pura2 ngerti ehe
    @Sassie
    sie ora ngerti? kene tak kasih pengertian huaha
    @hmcahyo
    wah kekecilan yah pak heri, emang settingan dari theme ny kali yak?
    @achoey
    wah gak juga nih mas ;)
    konstanta phi e dan i sekarang sering kita temukan di bangku SMA, nah konstanta2 tersebut dulu masih merupakan nilai yang langka, namun sekarang bnyak dipakai untuk menyelesaikan persamaan2 dasar yang aplikasinya hampir semua dipakai dalam mekanisme kehidupan sehari2.

    Contoh ringannya begini deh, seperti konstanta phi buat itung putaran roda, kalo ga ada rumus Euler, sekarang kita gak bakal kenal yang namanya kendaraan lho (sepeda, motor, mesin, kendaraan roda 4, dll), trus konstanta e itukan sering dipakai buat itung2 dalam digit yang banyak kek itung duit milyaran ato bahkan trilyunan, nah kalo ga ada rumus Euler ini kita ga bakal kenal yang namanya tempat penyimpanan uang ato Bank ^^, trus konstanta i itu kan buat teknologi jaman sekarang sangat dibutuhkan, yang orang2 sering sebut dengan nama teknologi atom dan teknologi digital (dasar ilmunya adalah mekanika kuantum), makanya si sarjana matematika itu nyebutnya “harta karun terbesar manusia”, karena selain sudah banyak dikembangkan aplikasi persamaannya, tapi ternyata masih bisa di integrasikan dalam teori2 baru seperti teorinya Enstein, saya paling tertarik dengan teori tentang keberadaan dimensi keempat yaitu waktu (panjang lebar tinggi dan waktu), konon katanya sekarang ilmuwan NASA sedang melakukan penelitian bertahap tentang pembuatan mesin atau alat yang bisa menembus waktu, naaaahhhh ebad kaan ;) , padahal asal pemikirannya dari rumus Euler yang simpel tadi ^^

  8. hidup ini juga imajiner sebenernya.. :D

  9. *geleng-geleng kepala*… mas Isnu ini hebat…salut2… oh ya mas, aku kasih mas PR di blog ku.. diliat ya.. ;)

  10. merangsang otak buat muter nih tulisannya .. lumayan lah olahraga otak …
    thx

  11. wah nggak ngerti mode on, kalo mesin waktu bsa di buat, kira2 apa ya manfaatnya?

  12. buset degh…
    harta karunnya adalah itung itungan.

    kaga ngarti dagh guwe…
    :D

  13. barusan nonton film jepang: profesor and his beloved equation. film nya keren banget asli! pertama2 di bahas penemuan i, kemudian phi lalu e. trus dari hal yang tidak berhub. tersebut euler berhasil menemukan sebuah formula/ hubungan diantara ketiganya. makanya profesor di film itu bilang bahwa penemuan ini seperti cahaya ditenngah kegelapan.

    dan menurut film itu, para ahli itu semakin yakin bahwa keteraturan dalam angka2 itu pastilah hasil dari kecerdasan sang pencipta. semakin pandai kita , akan semakin takjub dan percaya pada tuhan.

  14. @cantigi
    wah mas deni mulai ber-filosofi :D
    @Agung Mojosari
    waah dapat PR (barusan dari sana) makasih mas agung, akan dicoba untuk dikerjakan ^^
    @mascayo
    berusaha untuk membagi informasi yang diketahui mas ;)
    @Ic
    masih belum tahu, tapi mudah2an bermanfaat untuk peradaban manusia ^^
    @nyurian
    sama mas kagak ngarti aquw :mrgreen:
    @danielle ndarusi
    iyup setuju, masih banyak hal2 yang “luar biasa” di alam semesta yang belum kita ketahui ;)

  15. ora adus eh salah enggak taau yang penting matematikanya bisa gak digunaain kaya gini : 2 bebek x Rp. 50.000 = Rp. 100.000, belinye Rp. 60.000 untungnye Rp. 40.000 buat maen judi Rp. 75.000, tekornya Rp. 15.000 , duitnye siape Rp. 15.000


Tinggalkan komentar

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.