“Stasiun Bumi Mini”
September 1, 2008 at 10:19 am | In Info Teknologi | 2 CommentsTags: Radio Frekuensi, Satelit, Stasiun Bumi, VSAT
Pernah nonton film kartun ber-seri Kura-kura Ninja? Jadul deh pokoknya. Nah,
pasti pernah liat ada antena parabola di atas mobil van meraka kan? Antena tersebut berfungsi sebagai perantara telekomunikasi antara keempat anggota ninja ketika berada di lapangan dengan “master”, suhu mereka yang berada di markas bawah tanah. Walaupun dari sebuah film kartun, kita sudah dikenalkan dengan sebuah perangkat telekomunikasi data yang bernama VSAT.
Apasih VSAT itu? VSAT (Very Small Aperture Terminal) adalah stasiun bumi yang digunakan untuk menerima dan mengirim data, suara, dan gambar dari hingga ke satelit. Disebut Very Small karena stasiun ini menggunakan antena dengan ukuran yang sangat kecil, diameter piringannya antara 80-240 cm, kecil kan? Karena dimensi yang kecil inilah VSAT dapat dibawa dan diletakkan dimana saja.
Ukuran yang kecil dan kemampuan menerima serta mengirim data ke satelit, membuat VSAT menjadi solusi ampuh sarana telekomunikasi untuk daerah-daerah terpencil yang belum terjangkau jaringan teresterial seperti kabel tembaga yang sering kita dengar dengan sebutan LAN, serat optik, serta selular. Selain itu, disaat-saat darurat seperti bancana alam, ketika jaringan teresterial biasanya mengalami gangguan, komunikasi data via satelit dapat menjadi solusi instan yang handal.
Tentu kita masih ingat kasus terputusnya sebagian besar koneksi internet di Indonesia akibat gempa yang melanda Taiwan awal tahun 2007, disaat sebagian besar pengguna internet di tanah air tidak dapat mengakses server di luar negeri, ISP yang menggunakan komunikasi data via satelit sebagai cadangan masih dapat melayani para pelanggannya.
VSAT menggunakan komunikasi radio frekuensi (RF) dua arah yang disebut uplink dan downlink. RF yang dipancarkan oleh VSAT ke satelit disebut uplink dan sebaliknya, RF yang dipancarkan satelit ke VSAT disebut downlink.
Antena VSAT memancarkan sinyal RF ke satelit sebesar 5,925 GHz-6,425 GHz. Sedangkan sinyal RF yang diterima antena VSAT dari satelit sebesar 3,7 GHz-4,2 GHz.
Pendapat umum mengatakan bahwa komunikasi data dengan satelit adalah yang tercepat. Padahal, kenyataannya tidaklah demikian. Waktu yang dubutuhkan dari satu titik diatas bumi ke titik lainnya melalui satelit adalah sekitar 700 milisecond, sementara leased line hanya btuh waktu sekitar 40 milisecond. Hal ini disebabkan oleh jarak yang harus ditempuh oleh data, yaitu dari bumi ke satelit dan kembali ke bumi. Kelemahan lainnya dari VSAT adalah rentan terhadap perubahan cuaca, di negeri dengan curah hujan yang tinggi seperti Indonesia, komunikasi VSAT dapat mengalami gangguan atau penurunan kinerja.
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.





kura-kura ninja, kura-kura dalam perahu
Komentar oleh Ic — September 1, 2008 #
nitip ini aja mas , mungkin di dearah mas ada yang minat memasang internet via vsat satelit
Thanks
dimensi
Komentar oleh Dimensi — April 4, 2009 #